Ditulis pada tanggal 5 Juli 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan, Pengumuman

Lizza Christina Hendriadi

Pentingnya perawatan paliatif sudah mulai disadari oleh beberapa masyarakat sejak beberapa waktu lalu. Paliatif sendiri adalah pelayanan kepada pasien yang penyakitnya sudah tidak dapat disembuhkan secara medis (stadium akhir). Karena perawatan tersebut dianggap sangat dibutuhkan, terbentuklah yayasan untuk perawatan paliatif, salah satunya adalah Yayasan Paliatif Surabaya.

Ketua Yayasan Paliatif Surabaya, drg. Lizza Christina Hendriadi, mengunjungi Psikologi FISIP UB dalam Seminar Internasional dengan tema “Caring for Palliative Needs : Current Approaches for Psycho-oncology” yang diadakan oleh Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya pada hari Selasa (03/07/18). Bertempat di Auditorium Nuswantara FISIP UB, Lizza menjadi salah satu narasumber yang menjelaskan tentang peran yayasan paliatif, khususnya Yayasan Paliatif Surabaya.

“Tahun 2010, Walikota dan seluruh komunitas di sana telah mengakui bahwa Surabaya merupakan kota paliatif. Hal ini tentunya merupakan kabar baik bagi dokter dan aktivis paliatif di Surabaya”, ungkap Lizza.

Dalam penjelasannya, Lizza menyebutkan beberapa program yang Yayasan Paliatif Surabaya yang membantu terbentuknya julukan kota paliatif. Program tersebut di antaranya adalah pengobatan gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah, membantu anak yatim-piatu untuk mendapatkan pendidikan yang layak, meningkatkan kualitas dan kuantitas relawan paliatif, serta melakukan seminar umum dan ilmiah. (Lita/Humas FISIP)