Ditulis pada tanggal 2 Agustus 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan

Tim Dosen Ilmu Komunikasi

03

02

Tiga orang Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, Rachmat Kriyantono, PhD, Syahirul Alim, M.Si, dan Megasari Noer Fatanti, M.I.Kom melakukan sosialisasi anti-hoax news dan anti-radikalisme untuk kalangan SMA/K se-Kota Kediri. Acara yang diadakan pada 2 Agustus 2018 di Kota Kediri ini merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat Jurusan Ilmu Komunikasi pada 2018. Acara yang juga menggandeng Kantor Kesatuan, Kebangsaan, dan Politik Kota Kediri ini diadakan di Kantor Walikota Kediri.

Rachmat dalam presentasinya mengajak para pelajar untuk lebih mengenal bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan kekayaan alam yang luar biasa. Kondisi bangsa ini menghasilkan peluang sekaligus tantangan. Peluangnya adalah Kita bisa makmur sejahtera, bargaining position kita bisa kuat, dan budaya kita bisa menjadi ikon pariwisata dunia. Tetapi juga memunculkan tantangan, yakni usaha keras menyatukan banyak bangsa menjadi satu negara, konflik sosial, dan potensi negara terpecah.

Karena itu, Rachmat menawarkan tiga solusi menjaga keutuhan NKRI, yakni perlunya pemahaman wawasan kebangsaan, perlunya pendidikan multikulturan, dan bijaksana dalam menggunakan media sosial. “Pancasila perlu diamalkan sebagai dasar kebangsaan dan multicultural yang sesuai dengan kharakter bangsa kita,” sambung Rachmat yang juga Ketua Prodi S2 Ilmu Komunikasi FISIP UB.

Pembicara yang lain, Syahirul Alim, memaparkan pentingnya pemahaman agama yang baik sebagai factor utama menjaga keberagaman dan filter dalam bermedia. Berita-berita hoaks melanggar nilai agama karena bersifat bohong, fitnah, dan memecah belah. Para remaja pun perlu mengenali ciri-ciri hoax news agar tidak ikut serta menyebarluaskan. Apalagi, hoax news juga sering berisi pesan-pesan yang mengajak remaja untuk berperilaku radikal, termasuk tega melakukan tindakan kekerasan untuk mencapai tujuan. “Saring dulu sebelum sharing berita di media,” tambah Syahirul.

Acara yang dimoderatori oleh Mega Fatanti ini juga menghadirkan praktisi media, yakni pemimpin redaksi Radar Kediri, yang bercerita tentang praktik media terkait dengan hoax news. Acara ini juga memberikan souvenir khusus kepada peserta yang telah aktif dalam tanya-jawab dengan pembicara. (Tim Pengabdian Masyarakat Ilmu Komunikasi FISIP UB)