Ditulis pada tanggal 4 Juni 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan, Pengumuman

Sely Dian Widyasari dan Khoirunnisa

 Sely Dian Widyasari dan Khoirunnisa

Sely Dian Widyasari dan Zahroh

Sely Dian Widyasari dan Zahroh

Khoirunnisa dan Zahroh, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berkesempatan untuk berbagi cerita dengan mahasiswa Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) dalam Sharing Session dengan tema “Penerapan Psikologi Konsumen dalam Dunia Marketing”. Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 26 Mei 2018 di Auditorium Nuswantara FISIP UB ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya mendapat pemahaman tentang psikologi konsumen secara teoritis tapi juga mampu mengaplikasikan dalam dunia nyata. ”Mahasiswa diharapkan memiliki pemikiran alternatif yaitu tidak hanya berorientasi untuk bekerja pada sebuah perusahaan tetapi mampu berwirausaha secara mandiri bahkan membuka lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Sely Dian Widyasari S.Psi., M.Psi selaku dosen pengampu mata kuliah psikologi konsumen.

Pada sesi pertama, Khoirunnisa yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB angkatan 2015 bercerita tentang usaha yang dirintisnya bersama beberapa rekannya, yaitu startup dalam industri kreatif (Creative Preneur) yang menawarkan jasa dan produk desain grafis,  konsep kreatif dan edukatif, fotografi, videografi, event dan wedding organizer. Usaha yang diberi nama ARTi Company tersebut Company mulanya hanya berfokus pada dunia desain grafis, tetapi pada tahun 2018 mulai merambah dalam bidang event dan wedding organizer, dan saat ini masih dalam pengembangan teknologi digitalisasi. Khoirunnisa berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin saat masih dibangku kuliah untuk pengembangan diri dan menjalin banyak relasi. “Jangan menjadi mahasiswa yang hanya mengejar gelar sarjana, tetapi jadilah sarjana yang berkualitas, bermanfaat dan mampu membawa perubahan di masa depan. Teruslah berkarya, menciptakan inovasi dan menjadi inspirasi untuk negeri.” tambahnya.

Sedangkan Zahroh, pada sesi kedua diskusi berbagi pengalamannya selama mengembangkan usaha dalam bentuk jasa yang menyediakan paket-paket wisata area Jawa Timur, Bali dan Lombok yang diberi nama Lepas Suntuk. Usaha itu bermula ketika semester 5 mereka menyadari bahwa mereka akan segera lulus, sehingga memunculkan dilema akan kemana setelah menyelesaikan studi nanti. Zahro berharap agar berwirausaha bisa jadi pilihan bagi mahasiswa saat ini. “Mahasiswa merupakan orang-orang yang berpendidikan tinggi sehingga diharapkan mereka mampu merancang masa depan merka setelah lulus nanti didampingi dengan bagaimana cara mencapainya melalui berbagai persiapan yang matang”, ujar Zahroh. (Khoirunnisa)