Ditulis pada tanggal 3 Januari 2019, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan

REFLEKSI AKHIR TAHUN

Polarisasi diartikan sebagai sebuah pembelahan pendapat dan keperpihakan dalam dua kutub atau lebih yang tidak bisa dipertemukan satu dengan yang lain. Ada dua hal yang mempengaruhi polarisasi, yaitu  pengaruh perkembangan teknologi komunikasi sangat berpengaruh terhadap jangkauan dan kebebasan ekspresi masyarakat Indonesia, serta pengaruh demokrasi prosedural, yang menjadikan suara terbanyak sebagai memegang kekuasaan.

Polarisasi diharapkan tidak terjadi di Indonesia, sehingga integrasi negara  semakin kuat. Hal itu juga diharapkan mengingat tahun 2019 yang merupakan tahun politik yang memungkinkan terjadinya polarisasi. Hal tersebut menjadi salah satu topic yang dibahas pada “Refleksi Akhir Tahun FISIP UB: Membaca Indonesia yang Terpolar”.  Kegiatan tersebut merupakan upaya membahas suatu perspektif pemikirian terkait kondisi bangsa, khususnya mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia sepanjang 2018.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) berupaya untuk memberikan wadah untuk mendiskusikan topic tersebut. Melalui kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2018, Laboratorium Social Data Analytics dan PSIK (Pusat Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Kehumasan) FISIP UB menggelar kegiatan tersebut bersama dengan rekan-rekan wartawan di Ruang Rapat lanti 7 gedubng B FISIP UB pada 26 Desember 2018.  Kegiatan tersebut diisi oleh tim peneliti dari FISIP UB, yaitu Wawan Sobari, Ph.D. (Dosen Ilmu Politik FISIP UB), Yusli Effendi, S.IP, MA (Dosen Hubungan Internasional FISIP UB), dan Rachmad Gustomy, S.IP, M.IP (Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UB).

Pada sambutannya, Dekan FISIP UB, Prof. Unti  Ludigdo menyatakan bahwa kegiatan ini sangat tepat dilakukan setiap akhir tahun. Selain itu, karena merupakan kajian akademik, maka hal-hal yang disampaikan tidak asal bicara, tetapi berbasiskan kajian akademik, baik berupa data maupun teori yang telah dipelajari.

“Saya berharap, semoga yang disampaikan pada kegiatan ini dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat dan pemimpin, serta sebagai masukan untuk penyelenggaraan kebijakan selanjutnya, ujar Unti. (04/Fariza/Humas FISIP)