Ditulis pada tanggal 22 Pebruari 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan

WANGKE

peserta

Salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh FISIP UB dengan Opole University diwujudkan dalam bentuk sosialisasi tentang Opole University Polandia dengan mendatangkan dua perwakilan mereka, yaitu Michal Wanke, Ph.D  selaku Coordinator Office for International Study Programmes dan Asistant Professor dari Institute of Sociology, serta Associate Professor Magdalena Hlawacz selaku ERASMUS+ Departmental Coordinator dari Faculty of Arts, Opole University.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Michal menjelaskan sedikit tentang Polandia dan Opole University. Opole terletak di center of Europ di Polandia bagian Selatan, dekat dengan kota-kota besar negara Eropa, seperti Berlin (Ibu Kota Jerman). Opole memiliki 9 fakultas , seperti chemistry, social sciences, computer science, economic, low and administration, natural sciences, arts, dan lain-lain, serta baru saja membuka fakultas kedokteran. Selain itu, Opole menawarkan berbagai studi, baik itu S1, S2, maupun S3.

Tidak hanya itu, pada pertengahan Juli juga terdapat summer school yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan diikuti oleh berbagai macam pelajar dari berbagai negara. Program tersebut berlangsung selama tiga minggu dengan biaya kurang lebih 20 juta rupiah, sudah termasuk akomodasi, asuransi dan pergi ke beberapa negara di sekitar Polandia.

Ketika mendengar nama negara-negara di Eropa, pasti yang ada di benak adalah mahal. Namun, ternyata tidak dengan Polandia. Widya Pujarama, dosen Ilmu Komunikasi FISIP UB sebagai moderator sosialisasi Opole University di Auditorium Nuswantara, Jumat (09/02/18) menyampaikan bahwa biaya hidup di Polandia hampir sama seperti di Malang. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Michal Wanke, “Polandia termasuk negara dengan biaya hidup termurah di Eropa. Mahasiswa memilih Opole University dengan alasan utama living cost yang murah”. Michal melanjutkan, living cost hanya berkisar 200 hingga 400 EUR, dan 400 EUR sudah termasuk biaya termahal dengan gaya hidup yang mewah disana.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung hingga 2021 seperti yang mereka setujui sebelumnya, tetapi dapat berlanjut lagi. “Saya berharap 1,2 atau 3 mahasiswa terpilih untuk ERASMUS+ student exchange tahun depan, serta tidak hanya memberangkatkan staff dan dosen ke Opole, tetapi juga mahasiswa”, lanjut Widya. (Charisma/HumasFISIP)