Ditulis pada tanggal 12 April 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan, Pengumuman

Fredyantono Ramadhan Kusuma

Fredyantono Ramadhan Kusuma, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya ini baru saja mengharumkan nama fakultas dan universitas berkat prestasinya di ajang The 4th Sebelas Maret International Pencak Silat PSHT Championship. Tidak tanggung-tanggung Fredyantono berhasil menjadi Juara 1 Kelas D Dewasa Putra, dan Pesilat Terbaik Putra.

Pencak silat sendiri merupakan seni bela diri yang berasal khususnya Kepulauan Melayu. Seni bela diri ini memiliki banyak teknik yang harus dipelajari oleh atlet-atletnya. Salah satu perguruan/cabang pencak silat adalah PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) yang diikuti oleh Fredyantono.

Mahasiswa yang berasal dari Kota Blitar ini mengikuti PSHT Championship yang diadakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada tanggal 24 sampai 30 Maret  2018. Kejuaraan ini tidak memiliki tahapan seleksi, sehingga Fredyantono langsung pergi ke Solo untuk melakukan pertandingan selama 1 minggu.

Peserta yang mengikuti PSHT Championship di Solo tidak hanya atlet dari Indonesia. Ada juga atlet yang berasal dari luar negeri, di antaranya Polandia, Swedia, dan Thailand. Hal ini membuktikan bahwa Fredyantono merupakan atlet yang sangat berbakat di bidang ini.

Menurutnya, tidak ada alasan khusus untuk mengikuti ajang ini, karena sejak SMP dia mulai tekun menggeluti dan mengikuti kompetisi pencak silat. Tidak terhitung banyaknya lomba yang dijuarai oleh dia.

“Barusan juga ikut kejuaraan di Sidoarjo. Alhamdulillah dapat juara, tapi juara 3,’ ujarnya dengan malu-malu.

Akibat seringnya menorehkan prestasi di bidang pencak silat, Fredyantono tidak diragukan lagi kemampuannya. Tidak hanya di tingkat Universitas ataupun Kota,dia juga termasuk atlet berbakat di tingkat nasional.

”Rencananya akhir tahun akan berkompetisi di Malaysia. Untuk tanggalnya masih belum tahu. Tapi nanti akan mewakili IPSI (Ikatan Pencak Silat seluruh Indonesia). Mohon doanya saja”, ujarnya.

Fredyantono belum memiliki niat untuk berhenti mengikuti kompetisi. Selama masih bisa, dia  akan terus menekuni dunia pencak silat. Semoga ke depannya Fredyantono tidak hanya mengharumkan nama fakultas dan universitas, tetapi juga nama Indonesia di kancah internasional. (Lita/Humas FISIP)