Ditulis pada tanggal 26 Desember 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan

Habib Zainal Abidin bil Faqih

Takmir Masjid Ibnu Khaldun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, bekerjasama dengan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengadakan agenda rutin tiap satu bulan sekali yaitu Friday Night Lecture. Namun, memasuki penghujung tahun 2018, agenda tersebut ditambahkan menjadi Friday Night Lecture Special karena membahas Kaledioskop Sosial Politik Umat Islam di Indnesia di tahun 2018 menuju 2019.

Dalam acara tersebut turut mengundang Dr. Habib Zainal Abidin bil Faqih dari MIUMI dan Dr. Ali Maskum selaku dosen Ilmu Politik FISIP UB. Acara tersebut dimoderatori oleh Ketua Takmir Masjid Ibnu Khaldun FISIP UB sekaligus Wakil Dekan 3 FISIP UB yaitu Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos., M.Si. Acara tersebut diadakan pada tanggal 21 Desember 2018 di Nuswantara FISIP UB.

Dalam kesempatan itu, Dr. Habib Zainal Abidin bil Faqih menceritakan kembali sejarah bangsa Indonesia bahwa ada peran ulama dalam kemerdekaan bangsa Indonesia. “Peran ulama untuk bangsa Indonesia itu sangat besar, bahkan Indonesia belum tentu bisa merdeka jika tidak ada peran ulama,” ungkapnya.

Mempertegas apa yang dibicarakannya, Dr. Habib Zainal Abidin bil Faqih mengatakan bahwa agama Islam tidak pernah setuju dengan penjajahan. “Menentang penjajah adalah hal yang wajib, maka dari itu lahirlah gerakan-gerakan islam untuk melawan penjajah,” Jelasnya. (02/Fariza/Humas FISIP)