Ditulis pada tanggal 11 April 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan, Pengumuman

Disa Geprek Keju

Menjadi seorang wirausaha merupakan sesuatu yang tidak mudah. Butuh keuletan dan waktu yang tidak sebentar untuk menjadi wirausaha yang sukses. Oleh karena itu dibutuhkan pengalaman sedari dini untuk menjadi wirausaha yang handal.

Disa Cita, mahasiswi semester 6 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Ilmu Komunikasi ini merupakan salah satu  contoh mahasiswa wirausaha yang ada di lingkungan FISIP. Dia merupakan owner dari produk Geprek Keju yang akhir-akhir ini sedang diminati oleh mahasiswa FISIP.

Ibu dari Disa merupakan pemilik Rumah Lauk, salah satu rumah makan di daerah Dieng, Malang. Memiliki keluarga yang memiliki bisnis kuliner membuat Disa mengawali kegiatan wirausahanya dengan produk kuliner juga. Pemilihan menu ayam geprek juga didasari oleh salah satu menu dari rumah makan milik ibunya.

“Di Rumah Lauk itu ada geprek, terus aku sendirikan. Masaknya juga lumayan mudah. Tidak ribet seperti yang dibayangkan”,ujarnya.

Padatnya jadwal kuliah menjadikan banyak mahasiswa FISIP malas untuk pergi membeli makan di luar lingkungan kampus. Disa melihat hal itu sebagai peluang untuk menjual produknya di lingkungan kampus. Dengan harga Rp 10.000,- mahasiswa FISIP sudah dapat merasakan ayam geprek lengkap dengan nasi dan taburan keju di atasnya.

Tidak perlu berjalan jauh, mahasiswa FISIP dapat membeli Geprak Keju di salah satu gazebo yang ada di lingkungan fakultas. Mereka juga dapat memilih tingkat kepedasan yang mereka inginkan.

“Awalnya dulu harus Pre-Order dulu. Karena teman-teman banyak yang mau, aku berpikir kenapa nggak dimaksimalin aja. Akhirnya aku mulai jualan di gazebo FISIP”, jelasnya.

Dibantu pacar dan temannya, Disa berjualan ayam geprek pada pagi dan sore hari.  Dalam sehari, Disa mampu menjual kurang lebih 70 kotak ayam geprek.

Saat ditanya tentang keuntungan, Disa mengatakan saat ini mungkin belum terlihat banyak. Tetapi jika usaha ini dilakukan dengan tekun,lama-lama keuntungan akan datang dengan sendirinya. Dia menjelaskan bahwa ibunya selalu mengatakan bahwa keuntungan kecil bukan merupakan suatu masalah, yang penting adalah pengalamannya.(Lita/Humas FISIP)