Ditulis pada tanggal 5 Maret 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan

PELATIHAN PEMADAMAN KEBAKARAN

Untuk menambah keterampilan dalam menangani kebakaran, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) memberikan pelatihan tentang pemadaman kebakaran kepada beberapa karyawannya. Pihak FISIP UB memberangkatkan sekitar 15 orang karyawan laki-laki yang berasal dari divisi umum dan penjaga gedung untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Dinas Pemadam Kebakaran kota Malang pada hari Jumat, 02 Maret 2018.

Pelatihan dimulai dengan sosialisasi tentang penanganan tepat ketika terjadi kebakaran. Kemudian, para karyawan juga diajak untuk mencoba praktik menggunakan alat pemadaman hingga jalur evakuasi.

Nur Kholis, salah satu karyawan FISIP mengatakan bahwa dia mendapat banyak ilmu baru selama mengikuti pelatihan tersebut. “Alat pemadam ternyata tidak hanya dari selang pemadam, namun hal-hal kecil di sekitar kita seperti pasir dan karung ternyata juga dapat membantu memadamkan api’, ujarnya.

“Saat terjadi kebakaran, pemadam yang bertugas tidak boleh langsung menuju titik api. Mereka harus menenangkan diri agar tidak panik, sehingga apa yang akan dilakukan tidak berantakan dan dapat terlaksana dengan baik”, tambahnya.

Selain alat untuk memadamkan api, para karyawan juga diajarkan mengenai pentingnya jalur evakuasi dan titik kumpul. Selama ini mungkin masyarakat tidak terlalu memperhatikan tanda atau tempat tersebut. Namun ternyata hal itu sangat penting agar proses evakuasi berjalan dengan lancar.

Kholis mengungkapkan kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Selain dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemadam kebakaran, kegiatan ini juga dapat membantu mengetahui langkah-langkah yang tepat ketika terjadi kebakaran.

Karena keterbatasan waktu, praktik yang dilakukan tidak terlau banyak. Namun telah terdapat rencana untuk mengundang pihak Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengadakan simulasi langsung di FISIP UB. Diharapkan dengan adanya simulasi langsung, tidak hanya karyawan , namun seluruh dosen dan mahasiswa juga dapat memahami cara pemadaman yang tepat serta pentingnya tanda tanda yang berhubungan dengan evakuasi.

Kholis menyarankan kepada kita untuk menyimpan call center lembaga penting seperti kepolisian, pemadam kebakaran, dan lain-lain. “Kadang penanganan yang lambat disebabkan karena masyarakat harus mencari nomor penting ketika bencana sudah terjadi,” imbuhnya. Untuk call center pemadam kebakaran sendiri, masyarakat dapat menghubungi nomor (0341-362222) dimana layanan telepon ini bebas pulsa dan tidak dipungut biaya. (Lita/Humas FISIP)