Ditulis pada tanggal 9 Juli 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan

Siti Kholifah

Wakil Dekan FISIP UB Bidang Akademik – Siti Kholifah

Wisnumurti

Wisnumurti

Peserta Lokakarya

peserta lokakarya

Dalam rangka evaluasi dan pembaharuan tentang kurikulum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB), bagian akademik FISIP UB mengadakan Lokakarya kurikulum 2019-2022 di ruang rapat Ubud Hotel pada hari Senin, (09/07/18) yang dihadiri oleh Wakil Dekan bidang Akademik FISIP UB, Siti Kholifah, Ph.D., Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi (Kaprodi), tim kurikulum, dan Unit Jaminan Mutu (UJM) masing-masing prodi di FISIP UB serta Dr. Ir. Wisnumurti, MT dari LPPM UB sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, Siti Kholifah mengatakan bahwa lokakarya ini diselenggarakan sebagai evaluasi kurikulum di FISIP UB empat tahun ke depan. “Lokakarya ini adalah sebagai langkah awal untuk mengevaluasi dan mengupdate kurikulum kita 4 tahun ke depan hingga 2022, agar tidak tertinggal dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia kerja,” ujar Siti sekaligus membuka dengan resmi kegiatan lokakarya tersebut.

Selain itu, Siti juga menambahkan bahwa peran alumni sangat dibutuhkan untuk pembaharuan kurikulum FISIP UB. “Terkait lokakarya ini, tidak hanya tentang evaluasi dari kurikulum sebelumnya, tetapi juga bagaimana output atau outcome tentang kurikulum 2019-2022 ini. Peran alumni sangat dibutuhkan untuk mendapatkan update data tentang kurikulum yang sangat dibutuhkan di dunia kerja pada saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, dari materi yang diberikan oleh Dr. Ir. Wisnumurti, MT., juga menguatkan bahwa kebijakan pengembangan kurikulum UB mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Sejak ditetapkannya UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Permendikbud No 73 tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di Pendidikan Tinggi serta Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), kebijakan pengembangan kurikulum di UB harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebijakan nasional,” ungkap Wisnu. (Rama/Humas FISIP)