Ditulis pada tanggal 20 Desember 2017, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan

nisaa sasaa

Jumat, 8 Desember 2017, dua mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya yakni Shaskia Maulidina (Ilmu Komunikasi 2014), dan Khoirunnisa (Ilmu Komunikasi 2015) diundang sebagai pembicara utama pada workshop pelatihan “Public Speaking” dan “Presentasi” yang bertemakan workshop “SASUKE” (Sarjana Siap Kerja). Workshop tersebut diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (BEM FP UB) sebagai bekal untuk mahasiswanya dalam menghadapi dunia kerja.

“Barang siapa yang tidak mempersiapkan latihan berbicara (public speaking), maka telah dia mempersiapkan kegagalannya dia sendiri,” mengutip dari pernyataan Shaskia, salah satu penyiar radio anak muda, MFM Malang.

Shaskia atau yang biasa dipanggil Sasa menjelaskan bahwasanya public speaking bukan sebuah bakat, namun sesuatu yang dapat dilatih dan diasah oleh diri sendiri, semakin banyak berlatih, hasilnya juga semakin bagus. Menurutnya semakin sering seseorang berlatih, semakin dirinya tahu kekurangannya, dengan begitu, seseorang semakin dapat mengevaluasi dirinya.

“Public Speaking itu adalah salah satu soft skill yang penting karena, sebagai makhluk sosial kita butuh berinteraksi setiap hari, jika sebagai mahasiswa, maka setiap harinya mahasiswa akan berhadapan dengan tugas dan presentasi, dan juga bagi yang berorganisasi akan menuntut kemampuan public speaking mereka di dunia perkuliahan,” Ujar mantan General Manager Seven7line Radio FISIP UB ini.

Perempuan kelahiran Malang ini mengatakan bahwa saat ini public speaking menjadi ketakutan banyak orang. “Saat seseorang tidak memiliki cukup persiapan latihan untuk melakukan public speaking, maka biasanya orang itu akan gugup dan grogi saat berbicara, dan hasilnya, penampilannya tidak maksimal,” ujarnya saat diwawancarai minggu lalu.

Saat menyampaikan materi, Sasa menyebutkan beberapa modal dan syarat untuk menjadi public speaker yg baik seperti memperhatikan body language yang baik dan tidak terlalu over, bicara setepatnya bukan secepatnya, tampil prima & menyenangkan, menjaga eye contact kepada semua yg hadir serta perhatian yang maksimal kepada audience.

Pada materi presentasi, Khoirunnisa sebagai pemateri utama mengulas beberapa hal mengenai skill presentasi. “Skill seperti presentasi dan public speaking itu kan sebenarnya skill dasar yang harus dimiliki setiap orang, skill seperti itu tidak melulu berhubungan dengan komunikasi. Semua bidang maupun jurusan dapat menguasi skill seperti ini”, ujar perempuan  berkacamata yang kerap disapa Nisa ini.

Nisa mengaku bahwa untuk menjadi presentator yang hebat seperti halnya Mario Teguh dibutuhkan pemahaman mengenai cara kerja materi presentasi itu sendiri. “Dalam melakukan presentasi yang utama itu adalah memahami audience, karena audience lah yang menentukan kredibilitas dari presentator,” jelas mahasiswa yang tengah menempuh studi komunikasi di tahun ketiga ini.

Lebih lanjut, Nisa menjelaskan dua hal krusial yang harus diingat saat presentasi. “Saat opening, maka waktunya bagi seorang presentator memberikan first impression, saat itulah audience memutuskan untuk melanjutkan mendengarkan, atau berhenti mendengar, sedangkan saat closing, ada moment closing statement untuk diingat bahkan dibawa pulang oleh audience”, jelasnya lagi.

Saat ditanya, mahasiswa yang dianugerahi sebagai mahasiswa berprestasi (mawapres) Jurusan Ilmu Komunikasi ini mengaku kerap mengisi materi lanjutan terkait membuat presentasi, news presenting, MC, di beberapa fakultas di Universitas Brawijaya seperti Fakultas Ekonomi Bisinis (FEB), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Pertanian (FP).

Bagi Sasa dan Nisa, sebagai seorang yang berpendidikan, khususnya untuk seorang sarjana, jika ingin berhasil kedepannya, baiknya tidak hanya kemampuan akademis saja yang dikuasai, namun diperlukan soft skill untuk bersaing di dunia kerja nanti. (Anata / Humas FISIP)