Ditulis pada tanggal 13 April 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan

Komang Budi Mudita FINALIS

“Mahasiswa itu maha atas kemahasiswaannya. Kalian memilih untuk jadi mahasiswa seperti apa” – A. J. Jawwadurrohman

Kata-kata tersebut mungkin terdengar biasa saja bagi kita, namun tidak bagi Komang Budi Mudita. Berbekal kalimat tersebut, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional ini berhasil mewakili FISIP dalam ajang Mawapres Universitas Brawijaya.

Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) merupakan ajang bergengsi bagi mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Komang Budi. Meskipun menurutnya saat Sekolah Menengah Atas (SMA) dia termasuk anak yang nakal dan tidak memiliki bayangan tentang kompetisi semacam ini, namun dunia perkuliahan berhasil merubahnya menjadi lebih baik.

“Awal mendengar tentang Mawapres itu waktu PK2MABA. Sepulang dari itu, saya langsung mencari informasi tentang Mawapres”, ujarnya.

Untuk mengikuti Mawapres, mahasiswa harus mengikuti 10 kompetisi dan memiliki 1 karya tulis. Namun siapa sangka kompetisi tersebut sempat membuat niat Komang Budi mengalami penurunan.

“Saat mengikuti kompetisi-kompetisi tersebut, tujuan saya sempat berbelok. Hadiah yang diterima ketika menang, dan teman-teman baru yang bisa terus bertambah saat mengikuti kompetisi merupakan hal yan lebih menarik saat itu. Sehingga haluan dan tujuan saya bukan ke arah Mawapres”, ujarnya.

Namun hal itu tidak bertahan lama. Komang Budi mulai tergerak untuk mengikuti Mawapres setelah dosen jurusan memanggilnya untuk mengikuti seleksi pada awal bulan November 2017.

Saat ditanya apakah kegiatan tersebut menganggu perkuliahan, Komang Budi dengan yakin mengatakan “tidak”. Menurutnya kegiatan tersebut sesuai dengan passion yang dia miliki. Sehingga dia dapat melakukan keduanya dengan ringan. Ditambah dia mengikuti Badan Riset Ilmu Sosial (BARIS) di FISIP Universitas Brawijaya yang dapat menambah pengetahuan dan keahliannya dalam membuat karya tulis.

Komang Budi mengatakan bahwa Annisa dan Alan, Mawapres UB tahun-tahun sebelumnya, banyak membantunya dalam kompetisi ini. Meskipun dirinya tidak berhasil memasuki 5 besar, dia telah mengharumkan nama FISIP dengan menjadi finalis Mawapres UB. Pengalaman yang dialaminya ini dapat menjadi acuan untuk mengambil kesempatan-kesempatan lain di masa yang akan datang. (Lita/Humas FISIP)