Ditulis pada tanggal 16 Mei 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan, Pengumuman

IMG_9407a Mahesa Desaga

Aksi terorisme kembali meresahkan masyarakat. Setelah beberapa bom bunuh diri diledakkan di beberapa tempat di Kota Surabaya, mayarakat kembali merasa tidak aman. Tidak hanya masyarakat Surabaya, masyarakat di sekitar Surabaya pun turut merasa resah.

Seringkali terorisme dikaitkan dengan agama tertentu. Bahkan tidak jarang juga masyarakat mengaitkan peristiwa terorisme dengan isu-isu politik. Namun apapun alasannya, terorisme merupakan suatu hal yang tidak dibenarkan oleh Undang-Undang dan semua agama di Indonesia.

Untuk memberi pemahaman tentang hal tersebut, dosen Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, bekerjasama dengan Lab. HI mengadakan pemutaran film yang berjudul “Train to Heaven” atau Kereta Surga. Film yang disutradari oleh Mahesa Desaga ini menceritakan tentang pelaku bom bunuh diri dan seorang ekstrimis yang bertemu dan saling menceritakan pengalamannya dalam membela kepercayaannya dalam kereta menuju surga.

Pada hari Selasa 15 Mei 2018, bertempat di Auditorium Nuswantara FISIP UB, Mahesa Desaga yang mengungkapkan apa yang dirasakannya. “Saya tidak menduga bahwa film yang kita buat tentang terorisme ternyata masih terjadi di Indonesia. Semoga ke depannya hal seperti itu dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk memahami suatu keyakinan dengan baik dan tidak setengah-setengah”, ujarnya di sela-sela sambutan. (Lita/Humas FISIP)