Ditulis pada tanggal 29 Oktober 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan

DSC_0171 DSC_0204 new

Pasuruan—Universitas Brawijaya menyelenggarakan Program Doktor Mengabdi pada hari Senin (25/10) di Desa Gendro, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Tutur, perangkat Desa Gendro, dan masyarakat Desa Gendro. Kegiatan Program Doktor Mengabdi dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi usulan model komunikasi dalam penyampaian informasi publik untuk mencegah korupsi.

Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya berlangsung sejak tanggal 1 Juli 2018 dengan melakukan riset di Desa Gendro terkait keterbukaan informasi publik mengenai pengelolaan keuangan agar terhindar dari korupsi. Dalam rangka menindaklanjuti riset tersebut, Universitas Brawijaya melakukan pelatihan pada Kamis lalu (25/10) dan penyuluhan kepada perangkat desa dan masyarakat di Desa Gendro terkait keterbukaan informasi publik untuk mewujudkan prinsip good governance pada hari Senin (29/10).

Kegiatan penyuluhan diawali dengan menyampaikan hasil riset dari Tim Doktor Mengabdi di Desa Gendro terkait karakteristik masyarakat, peluang Desa Gendro, dan kendala yang mungkin dihadapi dalam mencapai peluang. Prinsip utama yang ditekankan dalam penyuluhan ini adalah komunikasi sebagai pendukung pelayanan publik. Rachmat Kriyantono, koordinator Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya, menyampaikan bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan keterbukaan informasi dalam menjalankan program Bumdes di Desa Gendro adalah mekanisme penyampaian informasi yang efektif kepada masyarakat dan pemilihan media informasi pengelolaan dana. Dengan mengutamakan adanya keterbukaan informasi akan mengurangi kecurigaan dalam benak masyarakat.

Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya mengusulkan beberapa model komunikasi yang dapat diterapkan di Desa Gendro untuk mewujudkan keterbukaan informasi dengan meningkatkan koordinasi dan komunikasi di tingkat internal (komunikasi antar aparat perangkat desa) serta membenahi komunikasi eksternal (komunikasi antara perangkat desa dengan masyarakat). Model komunikasi yang disarankan adalah dengan menggunakan prinsip assabieh dan ukhuwah yaitu segala informasi yang disampaikan itu harus memiliki harmonisasi dan kebersamaan. Model komunikasi ini dapat diwujudkan dengan memberdayakan kalangan muda di Desa Gendro sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap desa.

Masyarakat Desa Gendro menunjukkan respon positif terhadap adanya penyuluhan dari Tim Doktor Mengabdi. Sentot Sunaryo Hadi, salah satu perwakilan dari masyarakat Desa Gendro, mengatakan, “dari hasil diskusi ternyata kalau saya nilai sangat banyak sekali hasilnya dan keterbukaan informasi sangat penting. Siapa yang biasa menguasai informasi akan bisa menguasai dunia. Ternyata hasil diskusi bersama perangkat RT dan RW sangat hidup, sangat cair. Mudah-mudahan ini tidak hanya didengar, yang paling penting adalah aplikasi setelah diskusi”. Masyarakat juga berharap pelatihan dan penyuluhan yang dilakukan oleh Tim Doktor Mengabdi menjadi program yang berkelanjutan, sehingga dapat mewujudkan Desa Gendro yang transparan dalam penggunaan dana desa. (Tim Doktor Mengabdi FISIP UB)