Ditulis pada tanggal 9 Oktober 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan

Debora, Pia, Titik S

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia kehumasan adalah perkembangan teknologi yang kurang diimbangi oleh pengetahuan dan keterampilan oleh para praktisi Public Relation (PR). Padahal, kedua hal tersebut sangat penting dalam menunjang kegiatan kehumasan.

Untuk  mengatasi masalah tersebut, Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya mengadakan kuliah tamu pada 4 Oktober 2018 yang berjudul “Studium General: Challenge, Opportunities, and Career Prospects of Public Relations in Industrial Revolution 4.0”. Kegiatan yang diadakan di Auditorium Nuswantara ini menghadirkan Dr. Deborah Jane Wise (Dosen PR Newcastle University) dan Titik S. Ariyanto (Manager Marketing dan PR Jatim Park Group) sebagai pemateri.

“Seorang PR harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan pihak internal maupun eksternal. Tetapi yang lebih dominan adalah berkomunikasi dengan pihak eksternal, karena dengan begitu seorang PR akan terlihat lebih bijaksana dan bisa mendapat kepercayaan masyarakat,” kata Deborah.

Dalam kesempatan itu, Deborah mengungkapkan bahwa kegiatan berbayar dapat diganti dengan teknologi yang sedang dikembangkan saat ini. Deborah juga menyampaikan bahwa peran media sosial dalam PR adalah upaya untuk berkolaborasi, dan mencapai komunikasi yang lebih baik. “Media sosial adalah pendekatan yang dipakai seorang PR untuk berkomunikasi dan bertukar pikiran kepada publik,” ungkapnya. Deborah menambahkan, peran PR tidak akan tergantikan oleh teknologi karena PR tetap butuh membangun hubungan antar manusia. (02/Fariza/Humas FISIP)