Ditulis pada tanggal 6 April 2018, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan, Pengumuman

Nisa Almira

Di era serba cepat dengan adanya internet saat ini, berbagai media online bermunculan dan turut berupaya menjadi yang tercepat dalam menyajikan berita. Namun, menurut Nisa Alfira, S.I.Kom., M.A., dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) yang concern terhadap riset-riset media dan sejarah, mengatakan bahwa hal tersebut tidak berlaku pada Terakota. Menurutnya, meskipun media online saat ini berlomba menekankan kecepatan dalam menyajikan berita,  Terakota melakukan upaya-upaya yang berbeda. Berita-berita Terakota disajikan dengan menarik, tetapi tidak mengesampingnkan kedalaman data yang diperleh.

Pada Bedah Buku “Merawat Tradisi dan Kearifan Budaya” karya Eko Widianto, dkk, yang diadakan di Audotorium Nuswantara FISIP UB, Jumat, 6 April 2018, membahas tentang “Menuliskan Sejarah dalam Pendekatan Jurnalistik”. Acara tersebut merupakan kerja sama antara Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UB dengan Terakota dengan pembicara Nisa Alfira, S.I.Kom., M.A, dosen Ilmu Komunikasi FISIP UB, dan Hari Istiawan, selaku Kepala Riset Terakota dan Ketua AJI Malang.

Menurut Nisa Alfira, media memiliki peran yang sanagt penting untuk menampilkan apa yang sedang berlangsung, serta menghadirkan bagian dari masa lalu. “Terakota mampu menyajikan banyak sisi dari masyarakat yang perlu kita kenali kembali, dan mereka mampu untuk menyajikannya dengan sangat baik”, ujar Nisa.

Selain itu, upaya pendokumentasian yang dilakukan Terakota perlu diapresiasi. Masyarakat perlu mengetahui  tentang  hal-hal yang menjadi realitas dalam kehidupan mereka untuk menjaga memori masyakarat, serta dapat memiliki pijakan atau nilai-nilai untuk berpikir. “Media mampu memberikan wahana untuk bisa mengenal atau menjaga memori kolektif. Memori kolektif perlu dijaga dengan pengulangan-pengulangan, sehingga media massa memiliki peran penting untuk melaksanakannya. Dengan tulisan-tulisan yang berkualitas, berita diharapkan mampu menjadi tumpuan masyarakat untuk mengingat ulang atau recalling memori kolektif.

Apalagi media massa dengan  fitur teknologi terbaru sangat mampu untuk menjajalankan fungsi ini. Di antaranya adalah fungsi storage / penyimpanan, berbagai arsip dapat diakses secara cepat dan mudah.  Dengan melakukan liputan-liputan seperti yang dilakukan Terakota terhadap berbagai praktik seni, sejarah, budaya dan pariwisata, akan sangat membantu kita sebagai elemen masyarakat untuk dapat mengakses ulang di generasi mendatang. (Charisma/Humas FISIP)