Sunyoto Usman Membedah “Modal Sosial”

Bedah Buku Sosiologi Prof. Dr. Sunyoto Usman, guru besar Sosiologi FISIPOL Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta bekerja sama dengan Program Studi Sosiologi FISIP UB untuk mengadakan Bedah Buku “Modal Sosial” yang merupakan karyanya. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Sidang Lantai 7 Gedung B FISIP UB pada hari Kamis, 08 Maret 2018 ini, secara garis besar, ingin memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa untuk dapat melakukan perubahan sosial tidak hanya dibutuhkan infrastruktur, modal fisik, dukungan finansial dan ketangguhan sumber daya manusia saja, melainkan relasi-relasi sosial yang melembagakan trust, reciprocal relationships (hubungan yang saling menguntungkan) dan jejaring sosial juga sangat diperlukan. Modal sosial bersifat sosial tidak kasat mata (intangible), dan baru dapat diidentifikasi atau dipahami setelah orang melakukan hubungan sosial. Berbeda dengan ciri atau karakteristik modal fisik. Sunyoto menjelaskan bahwa ada 3 macam modal, yaitu fisik, manusia dan sosial. Fisik sifatnya dapat diukur, sedangkan modal manusia berkaitan dengan SDM. Sementara itu, modal sosial sering disamakan dengan modal manusia, padahal berbeda. Modal sosial bersifat intangible dan baru ketahuan setelah seseorang berhubungan dengan orang lain pada beberapa level, yaitu level kelompok, organisasi, komunitas, masyarakat. Sunyoto menambahkan bahwa indikator sebuah wilayah memiliki modal sosial yang tinggi adalah konflik rendah, hubungan pluralisme antar etnis dan agama harmonis, serta pemberian posisi bagus, misalnya tidak memandang latar belakang kesukuan. (Charisma/HUMAS FISIP).

Export date : Wed, 19 Dec 2018 1:41:47
Exported from [ http://fisip.ub.ac.id/berita/sunyoto-usman-membedah-modal-sosial.html ]