TURNING OF FILM “TRAIN TO HEAVEN”Pemutaran Film Train to Heaven

IMG_9407a Mahesa Desaga Terrorist unsettling society again. After many suicide bomb detonated in some location in Surabaya. Society feel not safe. Not only society in Surabaya, but also around of Surabaya also feel restless. Oftenly Terrorist attributed with one of religion. Even not rarely society also connect Terrorism with political issues. But anything reason, terrorist is thing which not justified by law and all religion in Indonesia. For give understanding about it, Lecturer of International Relations of Social and Political Science University of Brawijaya (FISIP UB) cooperation with Laboratory of International Relations held turning film by the title “Train to Heaven” or Kereta Surga. Film which directed by Mahesa Desaga tell about bomber an extremist who meet and tell each other about their experience in defending trust in train to heaven. On Tuesday, May 15, 2018. Located in Auditorium Nuswantara FISIP UB, Mahesa Desaga reveal what he feel. “I’m not guess which the film that we create about terrorist evidently still happen in Indonesia. Hope in future, the things can be lesson for our to understanding a confidence well and not halfway”. He said interval his greeting. (Lita/Humas FISIP)IMG_9407a Mahesa Desaga Aksi terorisme kembali meresahkan masyarakat. Setelah beberapa bom bunuh diri diledakkan di beberapa tempat di Kota Surabaya, mayarakat kembali merasa tidak aman. Tidak hanya masyarakat Surabaya, masyarakat di sekitar Surabaya pun turut merasa resah. Seringkali terorisme dikaitkan dengan agama tertentu. Bahkan tidak jarang juga masyarakat mengaitkan peristiwa terorisme dengan isu-isu politik. Namun apapun alasannya, terorisme merupakan suatu hal yang tidak dibenarkan oleh Undang-Undang dan semua agama di Indonesia. Untuk memberi pemahaman tentang hal tersebut, dosen Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, bekerjasama dengan Lab. HI mengadakan pemutaran film yang berjudul “Train to Heaven” atau Kereta Surga. Film yang disutradari oleh Mahesa Desaga ini menceritakan tentang pelaku bom bunuh diri dan seorang ekstrimis yang bertemu dan saling menceritakan pengalamannya dalam membela kepercayaannya dalam kereta menuju surga. Pada hari Selasa 15 Mei 2018, bertempat di Auditorium Nuswantara FISIP UB, Mahesa Desaga yang mengungkapkan apa yang dirasakannya. “Saya tidak menduga bahwa film yang kita buat tentang terorisme ternyata masih terjadi di Indonesia. Semoga ke depannya hal seperti itu dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk memahami suatu keyakinan dengan baik dan tidak setengah-setengah”, ujarnya di sela-sela sambutan. (Lita/Humas FISIP)

Export date : Fri, 20 Jul 2018 6:39:23
Exported from [ http://fisip.ub.ac.id/berita/pemutaran-film-train-to-heaven.html ]