Ditulis pada tanggal 12 Desember 2014, oleh Humas FISIP, pada kategori Berita, Kegiatan, Kemahasiswaan, Uncategorized

Dalam rangka merespon keinginan masyarakat untuk memahami lebih jauh apa itu MEA dan bagaimana MEA akan berimplikasi pada kehidupan msayarakat maka program studi ilmu politik FISIP UB menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu dengan tema “Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM dan Pasar Tradisional Oleh Pemerintah Melalui e-gov Dalam Menghadapi MEA 2015”. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari kamis tanggal 11 desember 2014 ini bertempat di lantai 4 gedung Prof. Yogi FIFIP UB dan merupakan acara kuliah tamu yang istimewa sebab menghadirkan narasumber dari dosen Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan)bidang ketahanan  dan disiarkan secara live streaming dengan RRI Pro 1 Malang pada pukul 12.00-13.00 sehingga tidak hanya mahasiswa melainkan juga masyarakat umum bisa ikut menyimak serta berinteraktif melalui telefon dan sms.

Acara  yang pada dasarnya kuliah tamu elaborasi dari dua mata kuliah yakni manajemen resolusi konflik dan e-governance yang diampu oleh Mar’atul Makhmudah, M.Si mendapatkan animo yang luar biasa dari mahasiswa dan masyarakat sebagai pengalaman pertama kuliah live streaming dengan Radio.  Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dari mahasiswa maupun masyarakat melalui telpon dan sms.

Dr. Abdul Azis, SR selaku narasumber menyampaiakan bahwa ada kecenderungan menurunnya produktifitas dan kuantitas pasar tradisional sebesar 8% pertahun sementara pasar modern menigkat 33% pertahun adalah sebagai  ancaman bagi ketahanan ekonomi masyarakat menengah kebawah yang harus segera disikapi oleh pemerintah dengan revitalisasi pasar dan berbagai program relevan lainnya. Demikian juga dengan situasi UMKM yang merupakan level usaha mayoritas masyarakat Indonesia yang perkiraan di kisaran 90% justru kurang mendapat perlindungan dan pemberdayaan. Masih menurut narasumber bahwa keasyikan pemerintah mengurusi investasi besar bisa jadi kontraproduktif terhadap ekonomi kerakyatan dalam hal ini direpresentasikan oleh UMKM. Senada dengan hal ini, dosen pengampu mata kuliah penyelenggaran kegiatan yang biasa disapa bu muda, menyatakan bahwa “MEA bisa jadi peluang namun tidak menutup kemungkinan sebagai ancaman sementara persiapan pemerintah kurang matang dan masyarakat masih banyak yang belum memahami apa itu MEA”. Karenanya kampus dengan tugas tri dharma perguruan tinggi wajib mengambil peran baik di kalangan masyarakat salah satunya dengan live streaming kuliah tamu ini.

Acara ini yang demikian ini disambut baik juga oleh PD I FISIP UB ibu Maya Diah Nirwana yang mengatakan bahwa “kedepan kegiatan-kegiatan yang berdampak positif secara luas ini akan dikembangkan di Fisip UB. Termasuk kerjasama dengan berbagai media seperti radio dan televise local yang ikut menyiarkan langsung atau live streaming sehingga masyarakat luas turut dapat mengakses informasi dan keilmuan dari langsung dari kampus”.(mm-by)