FISIP UB dan AMAN Indonesia Inisiasi Forum Perdamaian Skala Internasional

Selasa, 26 November 2019 telah dibuka rangkaian acara “Indonesia Peacebuilders Forum 2019”. Acara ini dilaksanakan pada 26 – 28 November 2019 di Gedung Widyaloka dan Hotel Santika.  Forum yang diselenggarakan oleh The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) ini bertemakan “Can Gender Approaches Improve Responses to Violent Extremism?”.

Forum ini bertujuan memberikan diskusi dan refleksi komprehensif tentang perspektif gender, dapat diimplementasikan untuk mencegah dan menanggulangi violent extremism. Kedua untuk memahami instrumen nasional, regional dan internasional yang dapat digunakan Forum ini juga mendorong gerakan perdamaian dan anti-kekerasan melalui penelitian dan aksi kolaboratif.

Forum ini dibuka oleh perwakilan dari Rektor UB yaitu Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S. Selaku Wakil Rektor IV bidang Perencanaan dan Kerjasama UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.SI., AK. Selaku Dekan FISIP UB, dan Ruby Kholifah, M.A Selaku Direktur AMAN Indonesia. “Dengan adanya acara ini semoga tidak hanya mendukung terbentuknya rekomendasi kebijakan-kebijakan dalam membentuk perdamaian namun juga dalam menjaga perdamaian”, jelas Unti.

Selanjutnya Ruby dalam sambutannya  berharap forum ini dapat terus terlaksana dan dapat menghasilkan resolusi perdamaian bagi dunia. “Forum seperti ini harus terus dilakukan, dan saya tahu bahwa forum ini juga dihadiri oleh pembuat kebijakan, dengan materi dan cerita yang disajikan dalam forum ini harapannya dapat membuka mata pembuat kebijakan bahwa perdamaian adalah hal terpenting yang harus kita ciptakan dan pertahankan,” jelas Ruby dalam sambutannya.

Forum yang menghadirkan Prof. Azyumardi Azra, CBE selaku President of AMAN Indonesia sebagai Keynote Speaker ini resmi dibuka dengan dipukulnya gong. Selanjutnya terdapat 16 speakers, 51 presenters dan juga dihadiri oleh 207 participants yang berawal dari berbagai negara diantaranya Australia, Bangladesh, Canada, German, India, Indonesia, Kenya, Malaysia, Myanmar, Philippines, South Korea, Sri Lanka dan Thailand.

Dalam rangkaian acara juga diselenggarakan Brawijaya International Conference on Social and Political Science (BSPACE) dengan luaran proceeding yang terindeks Scopus.  BSPACE diagendakan menjadi ajang tahunan FISIP UB yang menghimpun peneliti dalam bidang ilmu sosial dan ilmu politik. (11/Fariza/Humas FISIP)