Sosiologi FISIP UB Pelajari Agama Di Daerah Perbatasan

Kamis, 28 November 2019, Program Studi Sosiologi menyelenggarakan Kuliah Tamu ‘Xinjiang dan Rakhine: Agama, Kesatuan Negara, Identitas nasional dan HAM’ yang disampaikan oleh Richard Chauvel, bertempat di Ruang Sidang Lantai 7, Gedung B, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB). Acara yang diikuti oleh Mahasiswa FISIP UB, dan juga mahasiswa Sosiologi FISIP UB ini, dimulai pada pukul 10:15 WIB dan acara dimulai dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik, Siti Kholifah, S.Sos, M.Si, Ph.D.

Dalam sambutannya, Siti Kholifah, S.Sos, M.Si, Ph.D sangat berterima kasih kepada pemateri untuk bisa hadir dan datang kembali ke Malang dan menjadi pemateri dalam kuliah tamu yang diselenggarakan program studi Sosiologi FISIP UB. “Terima kasih kepada guru saya yang sudah lama sekali tidak berjumpa, dan dapat kembali ke Kota Malang ini. Ilmu yang disampaikan beliau sangat luas dan saya belajar banyak dari beliau.” Kata Siti Kholifah, S.Sos, M.Si, Ph.D.

Acara kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh pemateri Richard Chauvel, dengan memberikan sedikit gambaran wilayah dan umat Islam di daerah perbatasan. “Tiongkok merupakan negara berpenghasilan minyak terbesar. Sementara umat Islam itu memberikan pengaruhnya lewat perdagangan dunia”. Ungkap Richard Chauvel. Pemateri juga menjelaskan mengenai perkembangan Islam yang ada di daerah Uighur dan Rohingya “Di wilayah Uighur dan Rohingya, umat Islam adalah minoritas dalam negara multi-etnis. Saat itu Tiongkok dikuasai pemerintah partai komunis dan di Myanmar pemerintah ‘demokratis’ dengan Aung San Suu Kyi dan dikuasai lit Burman dan Buddhis” ungkap Richard Chauvel sembari menunjukan presentasi.

Setelah memberikan materi selama 60 menit, kemudian Dewi Puspita Rahayu, S.Sos., M.Si selaku moderator membuka sesi tanya jawab sebanyak 3 pertanyaan. Nampak terdapat peserta antusias, dibuktikan dengan peserta yang bertanya. Pertanyaan pertama datang dari mahasiswa Sosiologi yang meminta pendapat, mengenai kondisi masyarakat Rohingnya saat ini dan kebijakan mengenai pemindahan masyarakat Rohingnya ke daerah lain. Tidak lama, pemateri langsung menjawab pertanyaan yang begitu menarik. Sesi pertanyaan berlangsung 15 menit, dan ditutup dengan foto bersama pemateri. (10/Rama/Humas FISIP)