CloseMenu
CloseMenu
Jalani Inbound Students Mobility Program di UB, Ini Kesan Apik dari Mahasiswa University of Malaya
Pendaftaran PKM FISIP Berbakti Desa
Kunjungi FISIP UB, Siswa MAN 1 Bogor Antusias dalam Menyiapkan Diri Menjadi Mahasiswa Brawijaya
Akademisi Ilmu Pemerintahan UB Prediksi Hanya 2 Parpol yang Jadi Oposisi
Pasca Pemilu, Magister Ilmu Komunikasi Bedah Relasi Media dan Politik di Era Digital
Dikunjungi SMAN 2 Tambun Selatan, FISIP UB Bocorkan Strategi Lolos SNBP

Bahas DAS Brantas, Universitas Teknologi Deft Belanda Gandeng FISIP UB

Kolaborasi antara FISIP Universitas Brawijaya dan Universitas Teknologi Delft Belanda dimulai dengan fokus pada peningkatan manajemen air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Kerjasama strategis yang didalamnya berupa penelitian bersama, publikasi bersama, penyusunan kebijakan dan berbagai kegiatan sosial lainnya ini diresmikan melalui serangkaian diskusi kelompok terfokus (FGD) yang digelar pada Senin, 23 Oktober 2023, di Gedung C lantai 7 FISIP UB.

Dr. Desi Dwi Prianti, dosen Ilmu Komunikasi FISIP UB memprakarsai inisiatif ini sebagai wujud nyata kolaborasi dengan TU Delft yang diwakili oleh Dr. R. Schuyler Houser. Dr. Houser, yang memimpin tim dari TU Delft, menekankan pentingnya keterlibatan tim ahli dari FISIP mengingat kebutuhan mendesak akan pemahaman mendalam tentang perspektif sosial humaniora, khususnya dalam konteks manajemen kualitas air DAS Brantas.

“Kami berharap kerjasama ini tidak hanya berhenti di diskusi, tetapi juga berlanjut ke tahap implementasi, di mana FISIP akan memainkan peran kunci dalam proyek ini, mengingat lokasi DAS Brantas yang strategis, tepat di halaman belakang kampus,” ungkap Dr. Houser

FGD tersebut menghadirkan wawasan berharga dari beberapa dosen FISIP dengan keahlian di berbagai bidang, termasuk gender, kebijakan publik, sosiologi lingkungan, dan aktivisme sosial. Hadir dalam diskusi tersebut Dekan FISIP Prof. Anang Sujoko yang tidak hanya hadir selaku dekan tetapi juga sebagai pakar komunikasi dan pelaku pengelolaan lingkungan.

Kemudian Ketua Program Studi Hubungan Internasional UB yang juga peneliti di pusat studi gender Mely Noviryani, serta dosen dari Departemen Ilmu Komunikasi seperti Fitri Hariana Oktaviani dan Sri Handayani. Departemen Sosiologi juga diwakili oleh I Wayan Suyadnya yang juga peneliti di pusat studi budaya dan lintas batas dan Siti Kholifah yang juga tergabung sebagai peneliti di pusat studi pesantren, bersama dengan staf ahli Dekan FISIP, Restu Karlina Rahayu dan Asih Purwanti.

Tidak ketinggalan juga 3 mahasiswa pascasarjana sebagai asisten riset dari kerjasama riset FISIP dan TU Delft, Nabila Syifa H, Mutiara Rahmadini dan Zulia Qurota A.

Diskusi mendalam mengungkap berbagai dinamika, terutama tentang tidak efektifnya berbagai program dan panduan manajemen kualitas air yang sudah ada di Indonesia. Hal ini dikarenakan kegagalan dalam melibatkan perspektif lokal dan mempertimbangkan keunikan budaya setempat dalam penyusunan strategi.

Keterlibatan komunitas, pemahaman nilai budaya, dan partisipasi aktif dari kelompok-kelompok lokal, diidentifikasi sebagai faktor kunci yang selama ini kurang mendapat perhatian, sehingga mengakibatkan strategi yang ada kurang resonan dan efektif di lapangan.

Melalui FGD ini, TU Delft dan FISIP UB berkomitmen untuk mengintegrasikan perspektif-perspektif ini ke dalam strategi manajemen air yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk DAS Brantas.​​

Share:

Pengumuman Terbaru