CloseMenu
CloseMenu
Departemen Ilmu Komunikasi UB Beri Beasiswa Pelatihan Public Speaking untuk Mahasiswa se-Malang Raya
FISIP Award: Penghargaan untuk Unit Kerja Berprestasi
18 Mahasiswa The University of Queensland Belajar Budaya dan Bahasa Indonesia di Ilmu Komunikasi UB
Capaian Capaian FISIP yang Meningkat Selama Tahun 2023
Judi Online Marak, Dosen Sosiologi UB: Efek Kurangnya Literasi Teknologi Informasi
Program Jingga Mangun Karsa, BEM FISIP UB Berdayakan Kampung Topeng

Cerita Dosen FISIP Jadi Penceramah Idul Adha di Kuala Kencana Freeport

Dosen Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya, Dr Akhmad Muwafik Saleh S.Sos., M.Si menjadi penceramah Idul Adha, Senin (17/6/2024) lalu di Kuala Kencana Timika Papua, sebuah kota yang dibangun oleh Freeport. Bagaimana ceritanya?

 

Akhmad Muwafik mengaku dirinya berada di Kuala Kencana mengisi beberapa agenda. Pertama, Minggu (16/6/2024) dia mengisi tabligh akbar dan bedah buku Bekerja dengan Hati Nurani di Gedung Multipurposes Kuala Kencana Papua.

 

“Buku Bekerja dengan Hati Nurani secara sengaja dipersembahkan bagi para pembaca agar bisa lebih memaknai cara kerja kita selama ini sehingga menjadi kerja ibadah,” ucapnya saat menjadi pemateri yang dihadiri oleh ratusan peserta tersebut.

 

Kegiatan berlanjut pada Minggu malam. Pria kelahiran Kabupaten Sumenep ini kemudian mengikuti takbir keliling yang dilakukan di Kuala Kencana. Ia mengaku takjub dengan agenda ini yang menandakan tingginya toleransi antar umat beragama di Kuala Kencana.

 

 

Saat Idul Adha, Akhmad Muwafik Saleh didapuk menjadi Imam dan Khotib di masjid Baitturahim Kuala Kencana Timika Papua. Pada ceramahnya, dosen peminatan Public Relations ini menilai hari Hari Raya Kurban atau Idul Adha adalah salah satu hari besar atau hari raya dalam tradisi kaum muslimin.

 

“Hari raya yang mengukuhkan tentang puncak kesempurnaan ajaran Islam yaitu ibadah haji yang dilakukan oleh kaum muslimin,” ucapnya.

 

Menurut Muwafik, Idul adha yang dilaksanakan mengandung nilai pembelajaran yang agung dan mendalam. Idul adha setidaknya menyiratkan 3 dimensi pembelajaran yaitu pertama dimensi pembelajaran akan pentingnya bangunan keluarga sebagai dasar dalam membangun masyarakat sebagaimana digambarkan dan diinspirasikan melalui kisah nabiyallah ibrahim dan keluarganya.

 

“Kedua dimensi nilai prinsip kehidupan yaitu pengorbanan dan kepedulian sebagai dasar dalam membangun masyarakat melalui pesan penyembelihan hewan qurban. Dan yang ketiga adalah dimensi perubahan kearah kebaikan melalui pesan ibadah haji,” tuturnya.

 

Agenda mantan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP ini tidak hanya berhenti menjadi khotib saja. Dia kemudian melanjutkan dakwah di Kampung Muallaf di Pomako Cendrawasih Distrik Mimika Timur Kabupaten Mimika Papua. “Ada 300-an muallaf di kampung ini,” ucapnya.

 

Share:

Pengumuman Terbaru