CloseMenu
CloseMenu
Departemen Ilmu Komunikasi UB Beri Beasiswa Pelatihan Public Speaking untuk Mahasiswa se-Malang Raya
FISIP Award: Penghargaan untuk Unit Kerja Berprestasi
18 Mahasiswa The University of Queensland Belajar Budaya dan Bahasa Indonesia di Ilmu Komunikasi UB
Capaian Capaian FISIP yang Meningkat Selama Tahun 2023
Judi Online Marak, Dosen Sosiologi UB: Efek Kurangnya Literasi Teknologi Informasi
Program Jingga Mangun Karsa, BEM FISIP UB Berdayakan Kampung Topeng

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UB Jadi Pemenang 1 Duta Bahasa Jawa Timur 2024

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya, Jesica Maranatha Virgin kembali mengukir prestasi pada ajang Duta Bahasa Jawa Timur 2024 sebagai Pemenang I pada 29 April 2024 lalu. 

 

Jesica mengakui bahwa ajang Duta Bahasa Jawa Timur 2024 berbeda dari ajang-ajang yang sebelumnya ia ikuti karena harus mendalami kebahasaan dan kritis mengenai hal tersebut.

 

“Menurutku yang perlu disiapkan adalah materi, teori, atau bacaan tentang kebahasaan dan sastra. Tentunya menyiapkan mental juga ya karena kan pasti bertemu dengan peserta-peserta lain dari kabupaten dan kota di Jawa Timur,” ujarnya mengenai persiapan yang ia lakukan.

 

Dalam program yang diusung oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Jesica menginisiasi Gerakan Mahasiswa Berbahasa (Gema Bahasa) untuk menggaungkan trigatra bangun bahasa. Gerakan tersebut ditujukan bagi mahasiswa karena ia kerap menemukan kesalahan penulisan yang tidak sesuai dengan EYD, baik di proposal maupun laporan pertanggungjawaban. 

 

“Dari situ, aku membuat sebuah buku, buku panduan gitu yang bernama Buku Saku Gema Bahasa. Nah buku itu bisa jadi referensi atau panduan untuk temen-temen agar bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya dalam kehidupan berorganisasi,” terangnya.

 

Jesica pun menceritakan bahwa ia tidak menyangka akan berhasil meraih gelar sebagai pemenang 1.

 

“Karena aku sudah dua kali mencoba ajang ini dan di ajang pertama aku gagal. Kemudian aku coba lagi ternyata Tuhan izinkan untuk jadi pemenang pertama. Jadi ketika di panggung itu benar-benar menangis tidak menyangka dan tentunya juga berbangga juga karena nantinya akan mewakili Jawa Timur di tingkat nasional,” tuturnya.

 

Selain itu, Jesica juga menjelaskan bahwa ajang ini terbuka bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang program studinya.

 

“Jadi kita harus percaya diri sama potensi dan kemampuan kita dimanapun kita berada serta platform manapun yang kita pilih untuk berkembang. Jadi jangan takut dan insecure karena kita punya potensi masing-masing yang harus kita gali, harus kita kembangkan dan tentunya harus kita tunjukkan,” ujar Jesica. (Fazlar/Humas FISIP)

Share:

Latest Announcements