CloseMenu
CloseMenu
Pengumuman Pembagian Kelompok FISIP Berbakti Desa
Terpilih Menjadi DPRD Jatim, Mahasiswa Sosiologi UB Jadi Anggota Dewan Termuda
Story of Folktale antar Mahasiswa HI UB Raih Best Project dan Most Innovative Idea dalam The 3rd Asia Youth Summit
Pentingnya Kenalkan Bagian Tubuh Sejak Dini, Tim Psikologi UB Lakukan Hal Ini
Bawaslu Goes to Campus: Mahasiswa Harus Melek Politik
Tim Psikologi UB Ajarkan Regulasi Emosi Negatif Sejak Usia Dini

Universitas
Brawijaya

Faculty of Social and Political Sciences.

Berita & Pengumuman

FISIP Today.

Pengumuman Pembagian Kelompok FISIP Berbakti Desa

Pembagian kelompok FISIP Berbakti Desa (FBD) telah selesai dilakukan. Kelompok ini tersebar di desa desa di Kabupaten Malang. Peserta FBD atau Jantra ini bisa mengakses pembagian kelompok di link berikut    

PEMBAGIAN KELOMPOK FBD

  Call center terkait FISIP Berbakti Desa (Jantra) ini bisa menghubungi 081133329393 (WA Only)....

2024-04-06 12:23:36

FISIP Today.

Pengumuman Pembagian Kelompok FISIP Berbakti Desa

Pembagian kelompok FISIP Berbakti Desa (FBD) telah selesai dilakukan. Kelompok ini tersebar di desa desa di Kabupaten Malang. Peserta FBD atau Jantra ini bisa mengakses pembagian kelompok di link berikut    

PEMBAGIAN KELOMPOK FBD

  Call center terkait FISIP Berbakti Desa (Jantra) ini bisa menghubungi 081133329393 (WA Only)

2024-04-06 12:23:36

FISIP Today.

Terpilih Menjadi DPRD Jatim, Mahasiswa Sosiologi UB Jadi Anggota Dewan Termuda

Mahasiswa Departemen Sosiologi FISIP Universitas Brawijaya, Bima Rafsanjani Rafid terpilih menjadi anggota DPRD Jatim periode 2024-2029 pada Pemilu 2024. Tak hanya itu, dengan usianya yang baru 21 tahun, dia bakal menjadi anggota DPRD Jatim termuda.   Kepada Humas FISIP, Bima membenarkan dia baru berusia 21 tahun. “Kalau untuk DPRD Jatim, betul saya yang paling muda diantara yang terpilih,” ucap pria kelahiran 22 tahun ini, Kamis (4/4/2024).   Bima Rajsanjani ikut kontestasi dalam Pemilihan Legislatif 2024 melalui Partai Gerindra. Dia bertarung di Dapil 4 Jatim (Banyuwangi, Bondowoso, Situdondo). Meski merupakan newcomer, Bima mampu meraih 78.656 suara.   “Jujur perolehan jumlah suara itu di luar ekspektasi saya. Karena hitungan saya sebenarnya masih dibawah itu,” ucapnya.   Apalagi menurut Bima, hasil ini membuat dia mengalahkan satu incumbent yang sebelumnya pernah menjadi anggota DPRD Jatim periode 2019-2014.   “Di dapil Jatim 4 itu ada 9 kursi. Nah dari 9 itu, 8 diantaranya incumbent lolos lagi dan saya mengalahkan 1 incumbent yang lain,” papar mahasiswa FISIP Angkatan 2020 ini.   Bima mengaku faktor usianya yang masih muda membuat dia dan pemilih menjadi lebih dekat. “Pemilih ingin ada inovasi dan visi misi baru untuk wilayahnya. Karena bagi mereka jika ada anak muda bisa sepemikiran dan sefrekuensi,” tuturnya.   Awal Mula Maju Caleg   Bima Rafsanjani dibesarkan di keluarga politik. Ayahnya, Ir Sumail Abdullah juga terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029. Namun bagi Bima, bukan hal itu faktor utama dia memilih menjadi caleg.   “Saya melihat demokrasi di Indonesia sedang naik daun. Anak muda sekarang banyak yang ditarik untuk bisa jadi caleg. Apalagi ada bonus demografi sekarang karena 60 persen pemilih dari Gen Z dan milenial,” paparnya.   “Tidak heran kemudian jika parpol banyak yang merekrut anak muda. Dari hal itulah kemudian saya tertarik mendaftar jadi calon legislatif,” sambung Bima.   Meski tergolong pemula, Bima memberanikan diri maju di kontestasi DPRD Jatim dan tentu harus bertarun di wilayah yang lebih luas. Bima mengaku dirinya memilih jalur ini karena merasa tertantang.   “Memang biasanya pemula kalau maji di tingkat kabupaten/kota saja. Tapi jika terpilih hanya mewakili 2 atau 5 kecamatan saja. Saya berpikir kalau saya maju di tingkat provinsi akan bisa berbuat lebih banyak terutama di 3 kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo,” jelasnya.   Dorongan dari masyarakat kata Bima juga menjadi motivasi baginya yang kemudia memberanikan diri maju di kontestasi pemilihan DPRD Jatim.   “Dorongan masyarakat saya jadikan itu sebagai semangat untuk mencoba hal yang mungkin banyak orang di luar untuk pemula seperti saya agak mustahil jika langsung maju ke tingkat provinsi,” tegasnya.   Hari ini, Bima tinggal menunggu pelantikan. Baginya setelah pelantikan nanti tentu kinerjanya bakal disorot oleh masyarakat. Karena itulah, dia berkomitmen menjaga integritas, prinsip dan janji yang pernah dia ungkapkan.   “Tentu jika saya tidak bisa menepati janji-janji saya waktu kampanye bisa-bisa saya tidak akan di pilih lagi di kemudian hari,” tegasnya.     Peran Kampus dalam Karirnya   Bima mengakui ilmu yang dia dapat dari Departemen Sosiologi selama ini menjadi bekal dia untuk berkontestasi.   “Karena di Sosiologi itu kan mengajarkan bagaimana kita di masyarakat itu bisa berinteraksi sosial, menjalin kedekatan dengan masyarakat sampai bisa mendapatkan kepercayaan dari mereka,” jelasnya.   “Bagaimana caranya kita bisa menggaet kelompok masyarakat yang berbeda agama, keyakinan, kultur dan budaya, nah dari situlah ilmu atau rumus-rumus yang saya dapatkan selama berkuliah di Sosiologi UB ini,” sambung pria asal Banyuwangi ini.   Karena itulah, Bima mengucapkan terima kasih kepada Departemen Sosiologi dan FISIP UB karena beberapa saran dari civitas akademika selama proses kampanye yang dia lakukan mampu dijalankan dengan baik.   Keberhasilan Bima meraih satu kursi di DPRD Jatim tentu membuatnya ingin berbagi tips jikalau ada civitas akademika di FISIP yang juga akan berkarir di politik. Salah satu kunci menurut Bima adalah mental yang kuat. Selain itu, ia juga mengingatkan perihal investasi sosial.   “Investasi sosial paling penting, supaya kita bisa lebih dikenal dan bisa memberikan banyak sumbangan positif untuk masyarakat, terus masyarakat juga jadi bisa tahu kedepannya kita mau melakukan apa saja untuk kedepannya,” papar pria yang sebentar lagi akan berusia 22 tahun ini.   Bima mengakui jika investasi sosial yang telah ditanam sudah berbuah saat ini. Dia juga tak menampik ada modal lain yang dia keluarkan untuk kontestasi di Pemilu kemarin.   “Saya menjadi saya yang sekarang bukan karena saya merasa hebat, tapi saya bisa menjadi seperti sekarang juga karena teman-teman saya yang sudah banyak mendukung saya. Jujur untuk masalah modal, mungkin saya adalah yang paling bawah. Maka dari itu investasi sosial yang saya tanam akhirnya bisa berbuah jadi kepercayaan untuk saya menjadi perwakilan rakyat di tingkat Provinsi,” tegasnya.   Karena itulah, Bima ingin agar civitas akademika juga tak segan mengisi pos pos politik. Sebab menurutnya dengan bekal ilmu pengetahuan di ranah akademis golongan intelektual bisa menjadi pemimpin atau politikus, sehingga kedepannya demokrasi di Indonesia bisa berkembang ke arah yang lebih baik.   “Tentu kemudian bisa sama-sama mencetuskan substansi edukasi politik yang lebih mencerdaskan dan menggugah, bukan cuma dari retorikanya saja. Ini karena masyarakat pun berharap bisa punya sosok politikus yang memiliki kualitas yang bagus, dilihat dari wawasan dan kepintarannya, serta visioner hingga ke masa depan,” pungkas Bima Rafsanjani.  (Humas FISIP)....

2024-04-05 10:11:46

FISIP Today.

Terpilih Menjadi DPRD Jatim, Mahasiswa Sosiologi UB Jadi Anggota Dewan Termuda

Mahasiswa Departemen Sosiologi FISIP Universitas Brawijaya, Bima Rafsanjani Rafid terpilih menjadi anggota DPRD Jatim periode 2024-2029 pada Pemilu 2024. Tak hanya itu, dengan usianya yang baru 21 tahun, dia bakal menjadi anggota DPRD Jatim termuda.   Kepada Humas FISIP, Bima membenarkan dia baru berusia 21 tahun. “Kalau untuk DPRD Jatim, betul saya yang paling muda diantara yang terpilih,” ucap pria kelahiran 22 tahun ini, Kamis (4/4/2024).   Bima Rajsanjani ikut kontestasi dalam Pemilihan Legislatif 2024 melalui Partai Gerindra. Dia bertarung di Dapil 4 Jatim (Banyuwangi, Bondowoso, Situdondo). Meski merupakan newcomer, Bima mampu meraih 78.656 suara.   “Jujur perolehan jumlah suara itu di luar ekspektasi saya. Karena hitungan saya sebenarnya masih dibawah itu,” ucapnya.   Apalagi menurut Bima, hasil ini membuat dia mengalahkan satu incumbent yang sebelumnya pernah menjadi anggota DPRD Jatim periode 2019-2014.   “Di dapil Jatim 4 itu ada 9 kursi. Nah dari 9 itu, 8 diantaranya incumbent lolos lagi dan saya mengalahkan 1 incumbent yang lain,” papar mahasiswa FISIP Angkatan 2020 ini.   Bima mengaku faktor usianya yang masih muda membuat dia dan pemilih menjadi lebih dekat. “Pemilih ingin ada inovasi dan visi misi baru untuk wilayahnya. Karena bagi mereka jika ada anak muda bisa sepemikiran dan sefrekuensi,” tuturnya.   Awal Mula Maju Caleg   Bima Rafsanjani dibesarkan di keluarga politik. Ayahnya, Ir Sumail Abdullah juga terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029. Namun bagi Bima, bukan hal itu faktor utama dia memilih menjadi caleg.   “Saya melihat demokrasi di Indonesia sedang naik daun. Anak muda sekarang banyak yang ditarik untuk bisa jadi caleg. Apalagi ada bonus demografi sekarang karena 60 persen pemilih dari Gen Z dan milenial,” paparnya.   “Tidak heran kemudian jika parpol banyak yang merekrut anak muda. Dari hal itulah kemudian saya tertarik mendaftar jadi calon legislatif,” sambung Bima.   Meski tergolong pemula, Bima memberanikan diri maju di kontestasi DPRD Jatim dan tentu harus bertarun di wilayah yang lebih luas. Bima mengaku dirinya memilih jalur ini karena merasa tertantang.   “Memang biasanya pemula kalau maji di tingkat kabupaten/kota saja. Tapi jika terpilih hanya mewakili 2 atau 5 kecamatan saja. Saya berpikir kalau saya maju di tingkat provinsi akan bisa berbuat lebih banyak terutama di 3 kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo,” jelasnya.   Dorongan dari masyarakat kata Bima juga menjadi motivasi baginya yang kemudia memberanikan diri maju di kontestasi pemilihan DPRD Jatim.   “Dorongan masyarakat saya jadikan itu sebagai semangat untuk mencoba hal yang mungkin banyak orang di luar untuk pemula seperti saya agak mustahil jika langsung maju ke tingkat provinsi,” tegasnya.   Hari ini, Bima tinggal menunggu pelantikan. Baginya setelah pelantikan nanti tentu kinerjanya bakal disorot oleh masyarakat. Karena itulah, dia berkomitmen menjaga integritas, prinsip dan janji yang pernah dia ungkapkan.   “Tentu jika saya tidak bisa menepati janji-janji saya waktu kampanye bisa-bisa saya tidak akan di pilih lagi di kemudian hari,” tegasnya.     Peran Kampus dalam Karirnya   Bima mengakui ilmu yang dia dapat dari Departemen Sosiologi selama ini menjadi bekal dia untuk berkontestasi.   “Karena di Sosiologi itu kan mengajarkan bagaimana kita di masyarakat itu bisa berinteraksi sosial, menjalin kedekatan dengan masyarakat sampai bisa mendapatkan kepercayaan dari mereka,” jelasnya.   “Bagaimana caranya kita bisa menggaet kelompok masyarakat yang berbeda agama, keyakinan, kultur dan budaya, nah dari situlah ilmu atau rumus-rumus yang saya dapatkan selama berkuliah di Sosiologi UB ini,” sambung pria asal Banyuwangi ini.   Karena itulah, Bima mengucapkan terima kasih kepada Departemen Sosiologi dan FISIP UB karena beberapa saran dari civitas akademika selama proses kampanye yang dia lakukan mampu dijalankan dengan baik.   Keberhasilan Bima meraih satu kursi di DPRD Jatim tentu membuatnya ingin berbagi tips jikalau ada civitas akademika di FISIP yang juga akan berkarir di politik. Salah satu kunci menurut Bima adalah mental yang kuat. Selain itu, ia juga mengingatkan perihal investasi sosial.   “Investasi sosial paling penting, supaya kita bisa lebih dikenal dan bisa memberikan banyak sumbangan positif untuk masyarakat, terus masyarakat juga jadi bisa tahu kedepannya kita mau melakukan apa saja untuk kedepannya,” papar pria yang sebentar lagi akan berusia 22 tahun ini.   Bima mengakui jika investasi sosial yang telah ditanam sudah berbuah saat ini. Dia juga tak menampik ada modal lain yang dia keluarkan untuk kontestasi di Pemilu kemarin.   “Saya menjadi saya yang sekarang bukan karena saya merasa hebat, tapi saya bisa menjadi seperti sekarang juga karena teman-teman saya yang sudah banyak mendukung saya. Jujur untuk masalah modal, mungkin saya adalah yang paling bawah. Maka dari itu investasi sosial yang saya tanam akhirnya bisa berbuah jadi kepercayaan untuk saya menjadi perwakilan rakyat di tingkat Provinsi,” tegasnya.   Karena itulah, Bima ingin agar civitas akademika juga tak segan mengisi pos pos politik. Sebab menurutnya dengan bekal ilmu pengetahuan di ranah akademis golongan intelektual bisa menjadi pemimpin atau politikus, sehingga kedepannya demokrasi di Indonesia bisa berkembang ke arah yang lebih baik.   “Tentu kemudian bisa sama-sama mencetuskan substansi edukasi politik yang lebih mencerdaskan dan menggugah, bukan cuma dari retorikanya saja. Ini karena masyarakat pun berharap bisa punya sosok politikus yang memiliki kualitas yang bagus, dilihat dari wawasan dan kepintarannya, serta visioner hingga ke masa depan,” pungkas Bima Rafsanjani.  (Humas FISIP)

2024-04-05 10:11:46

FISIP Today.

Story of Folktale antar Mahasiswa HI UB Raih Best Project dan Most Innovative Idea dalam The 3rd Asia Youth Summit

Mahasiswi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), Ita Istiqomah, berhasil meraih penghargaan Best Project dan Most Innovative Idea dalam The 3rd Asia Youth Summit 2024 yang diselenggarakan pada 19-22 Februari lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.   Penghargaan tersebut ia dapatkan berkat proyek yang bernama Story of Folktale: Rewriting Folktale for Kids. Bersama rekan-rekan kelompok lainnya, Ita mencanangkan proyek yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan ketidakadilan gender dengan cara menulis kembali cerita-cerita rakyat yang biasa dibacakan kepada anak kecil.   “Jadi selama ini mereka, apalagi di Asia, tahunya laki-laki itu tidak boleh menangis, perempuan itu feminin dan identik dengan warna pink. Kalau laki-laki identik dengan warna biru, harus macho, dan semacamnya. Nah kelompok ku ingin stereotip-stereotip itu tidak berlanjut,” jelasnya, Rabu (3/04/2024).   Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa output dari proyek Story of Folktale: Rewriting Folktale for Kids berupa penulisan ulang cerita rakyat yang memiliki kesetaraan gender, yaitu kisah yang memiliki karakter laki-laki yang boleh menangis dan juga karakter perempuan yang mengejar pendidikan sehingga muncul kesan bahwa perempuan bisa setara dengan laki-laki.     Pada perjalanannya dalam mengikuti The 3rd Asia Youth Summit 2024, Ita mengalami banyak hal yang mengesankan, seperti bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara dan juga mendapatkan hal-hal yang tidak dipelajari di Hubungan Internasional (HI) Universitas Brawijaya (UB).   “Acaranya seru, jadi di hari pertama ada dosen-dosen yang memberikan materi dan menurut aku berkaitan sama jurusan ku karena aku jurusan Hubungan Internasional (HI). Selain itu, ide-ide skripsi juga muncul dari kegiatan tersebut,” ujarnya.   Ita Istiqomah juga menjelaskan bahwa Ia tidak pernah mengikuti summit sebelumnya.   “Aku coba memberanikan diri saja dan alhamdulillah dapat penghargaan. Nah untuk teman-teman yang belum pernah mengikuti summit sama sekali jangan khawatir karena dari sebelum keberangkatan hingga setelah acara selesai kita akan selalu diberi arahan,” tuturnya.   Tidak hanya membanggakan, Ita Istiqomah juga turut meningkatkan motivasi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) lainnya untuk berpartisipasi aktif dalam ajang pertemuan internasional antara mahasiswa dari berbagai negara lainnya. (Fazlar/Humas FISIP)....

2024-04-03 15:47:49

FISIP Today.

Story of Folktale antar Mahasiswa HI UB Raih Best Project dan Most Innovative Idea dalam The 3rd Asia Youth Summit

Mahasiswi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), Ita Istiqomah, berhasil meraih penghargaan Best Project dan Most Innovative Idea dalam The 3rd Asia Youth Summit 2024 yang diselenggarakan pada 19-22 Februari lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.   Penghargaan tersebut ia dapatkan berkat proyek yang bernama Story of Folktale: Rewriting Folktale for Kids. Bersama rekan-rekan kelompok lainnya, Ita mencanangkan proyek yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan ketidakadilan gender dengan cara menulis kembali cerita-cerita rakyat yang biasa dibacakan kepada anak kecil.   “Jadi selama ini mereka, apalagi di Asia, tahunya laki-laki itu tidak boleh menangis, perempuan itu feminin dan identik dengan warna pink. Kalau laki-laki identik dengan warna biru, harus macho, dan semacamnya. Nah kelompok ku ingin stereotip-stereotip itu tidak berlanjut,” jelasnya, Rabu (3/04/2024).   Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa output dari proyek Story of Folktale: Rewriting Folktale for Kids berupa penulisan ulang cerita rakyat yang memiliki kesetaraan gender, yaitu kisah yang memiliki karakter laki-laki yang boleh menangis dan juga karakter perempuan yang mengejar pendidikan sehingga muncul kesan bahwa perempuan bisa setara dengan laki-laki.     Pada perjalanannya dalam mengikuti The 3rd Asia Youth Summit 2024, Ita mengalami banyak hal yang mengesankan, seperti bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara dan juga mendapatkan hal-hal yang tidak dipelajari di Hubungan Internasional (HI) Universitas Brawijaya (UB).   “Acaranya seru, jadi di hari pertama ada dosen-dosen yang memberikan materi dan menurut aku berkaitan sama jurusan ku karena aku jurusan Hubungan Internasional (HI). Selain itu, ide-ide skripsi juga muncul dari kegiatan tersebut,” ujarnya.   Ita Istiqomah juga menjelaskan bahwa Ia tidak pernah mengikuti summit sebelumnya.   “Aku coba memberanikan diri saja dan alhamdulillah dapat penghargaan. Nah untuk teman-teman yang belum pernah mengikuti summit sama sekali jangan khawatir karena dari sebelum keberangkatan hingga setelah acara selesai kita akan selalu diberi arahan,” tuturnya.   Tidak hanya membanggakan, Ita Istiqomah juga turut meningkatkan motivasi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) lainnya untuk berpartisipasi aktif dalam ajang pertemuan internasional antara mahasiswa dari berbagai negara lainnya. (Fazlar/Humas FISIP)

2024-04-03 15:47:49

Auditorium Nuswantara
Auditorium Nuswantara
Gazebo
Gazebo FISIP
lab-komputer
Lab Komputer
Ruang Sidang Meeting
Ruang Meeting
lab bahasa
Lab Bahasa
ruang baca
Ruang Baca

Pendidikan.

FISIP menawarkan berbagai program pendidikan sarjana dan pascasarjana dalam bidang ilmu sosial dan politik.

Program-program ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa untuk sukses dalam karir mereka di sektor publik, swasta, dan nirlaba. FISIP berkomitmen untuk menyediakan mahasiswa dengan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Fakultas ini memiliki tim dosen yang berpengalaman dan berkualitas, serta fasilitas pendidikan yang lengkap dan modern. FISIP juga memiliki jaringan kerja yang luas dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri, yang memberikan mahasiswa berbagai kesempatan untuk belajar dan magang.​

Pusat Data

Pusat Data berisikan data data yang ada di FISIP UB. Beberapa data data yang ditampilkan seperti data Sumber Daya Manusia, Gugus Jaminan Mutu hingga Peraturan Dekan atau Fakultas.

Data data ini bisa diakses oleh public dan digunakan untuk pengembangan FISIP kedepannya

Layanan

FISIP berkomitmen dalam memberikan layanan yang maksimal. Untuk memudahkan proses layanan, pengguna dapat menggunakan layanan di website ini.

Beberapa layanan seperti akademik, kemahasiswaan, sarana prasarana, keuangan dan layanan yang lainnya, kami hadirkan

Tentang FISIP.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB)

Kemahasiswaan

Temukan informasi tentang Kemahasiswaan FISIP UB

Alumni

Dapatkan informasi terkini Alumni FISIP UB

Agenda FISIP.

21
Mar
21 Maret 2024
Vincent Mosco Memorial Lecture: Critical-Humanist Political Economy of Communication
ZOOM Meetings
02
Mar
2 Maret 2024
Sosialisasi Program FISIP Berbakti Desa
ZOOM Meetings
26
Feb
26 Februari 2024
Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila Melalui Seminar Pancasila Untuk Dunia: “To Build The World A New”
Gedung Widya Loka
19
Feb
19 Februari 2024
Workshop Channeling Jurnal Scopus 2024

MBKM

Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) adalah program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untu menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja.

Penelitian & Pengabdian

FISIP UB memiliki tim dosen yang aktif melakukan penelitian dan pengabdian di berbagai bidang ilmu sosial dan politik

Jurnal

Hasil penelitian dosen FISIP telah dipublikasikan di jurnal ilmiah nasional dan international, serta di presentasikan di berbagai konferensi ilmiah.

Peluang Karir
FISIP UB

FISIP UB telah mengumpulkan berbagai macam peluang karir yang ada dari berbagai pihak dan institusi agar mahasiswa bisa mendapatkan kesempatan yang sama.

Lowongan Kerja | Pramuniaga Lab Art Aromatiques 2024
Lowongan Kerja | International Business Executive PT Ultra Sakti 2024
Lowongan Kerja | Management Trainee Astra Isuzu 2024
Lowongan Magang | Danamon Bankers Trainee Batch 22 & 23
Lowongan Magang | LP3ES Jakarta April - Juli 2024
Lowongan Magang | Harian Kompas Mei - Agustus 2024 (Area Jabodetabek)